Puisi

Galeri

Hoja

Jauh di kedalaman tidur, mimpi kanak-kanakmu melekap, melekat, tak mau berpisah dari kisah-kisah masa lalu yang kelak enggan kauingat. Maka, mimpi kanak-kanak itu pun berpegang bergelantungan pada lengan Hoja, memaksa lelaki dari Akshehir itu tak balik pulang ke dunia nyata.

Namun Hoja, yang di dunia nyata memang kaukenal sebagai tukang cerita, seperti biasa, lugu berkata, “Lalu eh, bila selamanya aku berada di dalam mimpimu, bagaimana aku bisa dikenal sebagai Nasruddin?”

Kau pun tertegun, terdiam, tak bisa membantah Hoja. Maka, dengan perasaan sangat jengkel, engkau, engkau kanak-kanak itu, memutuskan untuk memilih hanya seratus dari lebih seribu kisah. Pekerjaan tak mudah. Berbulan-bulan, bertahun-tahun, “si seratus” akhirnya terpilih; dan engkau pun remaja.

Galeri

Sulung

Apa yang sering menjadi ciri mimpi kanak-kanakmu, saat kau memikirkan dan merasa aneh bertahun-tahun kemudian, adalah tempat-tempat yang jauh dan tak terjangkau oleh perjalanan.

Orang-orang yang kautemu juga bukan orang-orang yang kaukenal di masa kini, melainkan orang-orang dari masa lalu yang bahkan nama mereka pun adalah nama-nama kecil yang tak pernah kaudengar atau ketika itu belum kautahu.

Begitu pulalah, di bukit asing itu, kau bertemu Zong Ni, yang dalam bahasa setempat berarti “putra kedua dari Bukit Ni”. Sebuah pertemuan singkat. Dalam mimpi yang juga singkat.

Kau diberi dua kata, atau tepatnya sepasang kata yang, karena mimpi itu begitu singkatnya, kau hanya bisa membaca: jen-li, tanpa sempat bertanya apa artinya. Dan sayangnya pula, begitu kau terbangun, kau bukan terbangun ke dunia nyata, melainkan ke dalam mimpi kanak-kanak lain.

Galeri

Nyamuk

Orang-orang menyebutnya Aleksander, tetapi kau lebih suka menyebutnya dengan nama yang kaukenal saat ia masuk ke mimpi kanak-kanakmu: Al-Iskandar. Apa yang tidak luar biasa dari Al-Iskandar?

Saat orang tuanya menikah, ibunya bermimpi rahimnya disambar petir dan cahaya lalu memancar menyembur-nyembur menerangi alam raya. Beberapa malam kemudian, ayahnya juga bermimpi bagai menimpali mimpi si ibu. Dalam mimpi itu, si ayah melihat dirinya menyegel rahim sang istri dengan segel berukir singa.

Apa yang tidak luar biasa dari Al-Iskandar? Saat dewasa kelak, ia menyebut dirinya keturunan dewa. Dari pihak ayah ia mengklaim diri keturunan Herakles dan dari pihak ibu ia mengklaim diri keturunan Akhilles. Dalam mimpi kanak-kanak itu, kau melihat bagaimana Al-Iskandar beranjak: belajar bertarung seraya bermain lira, belajar berburu seraya membaca.

Kaulihat juga, ia menundukkan si Kepala Lembu, kuda yang tak siapa pun bisa menunggangi, pada usia 10 tahun. Pada usia 13, karena tak siapa pun bisa menghadang deras tanya di kepalanya, si ayah mendatangkan seorang filsuf sebagai guru. Filsuf, yang kaukenal sebagai penemu 10 jenis kata, itu dibayar ayahnya dengan membangun kembali kampung si filsuf yang pernah dihancurkan oleh si ayah.

Galeri

Mukjizat

Engkau bukan melihat mukjizat, melainkan mendengar atau membaca kisah mukjizat. Namun Darwin, dalam mimpi kanak-kanaknya, melihat Darwin dewasa mengamati dua ekor burung yang berasal dari dua pulau berbeda. Darwin kecil tahu kedua burung itu tak sama seperti halnya Darwin dewasa tahu kedua burung itu tidak berbeda.

“Orang yang tak percaya,” gumam Darwin dewasa, “tentulah akan berkata: Dua Pencipta telah bekerja.” Dan Darwin kecil, dengan perasaan kesal luar biasa, memberontak keluar dari mimpinya. Namun tak bisa. Tentu saja, karena kau tak menginginkannya. Karena mimpi kanak-kanak Darwin ada dalam mimpi kanak-kanakmu dan kau tak ingin Darwin terbangun untuk suatu hari sampai ke Galapagos.

Bersama Darwin kecil, engkau butuh perhitungan itu: berlari ke kedalaman laut, laut yang terbelah oleh tongkat Musa, Musa yang sama seperti yang dikisahkan Kitab; melompat ke kobaran api, api yang tak mampu membakar Ibrahim, Ibrahim yang sama seperti yang dikisahkan Kitab; menjelma jadi orang buta, orang buta yang disembuhkan Isa, Isa yang sama seperti yang dikisahkan Kitab.

Galeri

Gravitasi

Empat belas tahun setelah Einstein meninggal, partikel subatomik ternyata masih bisa dibagi menjadi kuark dan gluon. Dalam mimpi kanak-kanakmu, kau melihat Einstein kecil duduk menunggang kuark, menggesek biola dengan kompas kantung diikatkan tergantung di leher biola.

Senarnya, tali gravitasi itu, bergetar, menggema halus ke lorong telinga. Kuark terus berputar mengelilingi gluon. Di lapis luar, elektron terus berputar mengelilingi kuark dan gluon. Semua berputar, semakin besar. Gravitasi menjulur, semakin lebar.

Dalam mimpi kanak-kanakmu itu engkau tertidur. Lalu terbangun dalam skema ini: Engkau, bersama Einstein, duduk menunggangi “sesuatu” berputar mengelilingi bumi. Terus berputar. Di lapis luar, “sesuatu” bersama bumi terus berputar mengililingi matahari. Terus berputar.

Scroll to Top