Nyamuk

Puisi | Oleh Gus tf

Ilustrasi: Canva AI

Orang-orang menyebutnya Aleksander, tetapi kau lebih suka menyebutnya dengan nama yang kaukenal saat ia masuk ke mimpi kanak-kanakmu: Al-Iskandar. Apa yang tidak luar biasa dari Al-Iskandar?

Saat orang tuanya menikah, ibunya bermimpi rahimnya disambar petir dan cahaya lalu memancar menyembur-nyembur menerangi alam raya. Beberapa malam kemudian, ayahnya juga bermimpi bagai menimpali mimpi si ibu. Dalam mimpi itu, si ayah melihat dirinya menyegel rahim sang istri dengan segel berukir singa.

Apa yang tidak luar biasa dari Al-Iskandar? Saat dewasa kelak, ia menyebut dirinya keturunan dewa. Dari pihak ayah ia mengklaim diri keturunan Herakles dan dari pihak ibu ia mengklaim diri keturunan Akhilles. Dalam mimpi kanak-kanak itu, kau melihat bagaimana Al-Iskandar beranjak: belajar bertarung seraya bermain lira, belajar berburu seraya membaca.

Kaulihat juga, ia menundukkan si Kepala Lembu, kuda yang tak siapa pun bisa menunggangi, pada usia 10 tahun. Pada usia 13, karena tak siapa pun bisa menghadang deras tanya di kepalanya, si ayah mendatangkan seorang filsuf sebagai guru. Filsuf, yang kaukenal sebagai penemu 10 jenis kata, itu dibayar ayahnya dengan membangun kembali kampung si filsuf yang pernah dihancurkan oleh si ayah.

Dari si filsuf, Al-Iskandar menemukan apa yang ia suka: sebuah buku karya seorang penyair buta. Dari si buku, ia tahu apa yang paling ia nikmati: geletar perang yang merayap, menjalar, merambat naik dari telapak kaki ke ubun-ubun. Apa yang tidak luar biasa dari Al-Iskandar?

Dalam mimpi kanak-kanakmu, kau melihat peristiwa itu, saat pertama, pada usia 16, si ayah berangkat perang dan Al-Iskandar menjaga takhta. Pemberontak dari Trakia dan Al-Iskandar menumpasnya. Dan mulailah, dengan mengantongi buku si penyair buta, orang yang kemudian menyebut dirinya keturunan dewa itu merambah, menghamun, menakluk menundukkan dunia.

Apa yang tidak luar biasa dari Al-Iskandar? Ia mendaulat dirinya “Raja Babilonia, Asia, dan Empat Sudut Dunia”. Pada usia 32, di Babilonia juga, ketika kau kemudian terbangun dari mimpi kanak-kanakmu, kaudapati keturunan dewa itu mati, digigit nyamuk.

Scroll to Top