TENTANG
Julang adalah inisiatif ekosistem literasi dan kreativitas, jejaring lintas kultural dan generasi, gelanggang memajukan peradaban dan akal budi.
Perkembangan teknologi informasi dan digital memunculkan ekosistem literasi dan kreativitas tanpa batas. Peradaban baru ini menantang inisiatif-inisiatif untuk mendorong tumbuhnya naluri, nalar, dan nurani yang relevan dengan perubahan zaman.
Julang merancang ekosistem literasi dan kreativitas sebagai gelanggang terbuka: lintas bidang, lintas kultural, dan lintas generasi. Memberi dukungan yang seluas-luasnya bagi penciptaan, penyebarluasan, dan apresiasi karya kreatif jadi misi utama aktivitas-aktivitas Julang.
Kita semua berjalan menuju anonimitas, hanya saja yang biasa-biasa saja tiba sedikit lebih awal.
Jorge Luis Borges
Di Balik Julang

Dorothea Rosa Herliany
Dorothea Rosa Herliany

Sastrawan yang sudah menulis lebih dari 30 judul buku, antara lain buku puisi, kumpulan cerpen, novel, biografi, buku anak, dll. Ia juga seorang penerbit. Pada 1999, ia mendirikan penerbitan di Yogyakarta dan tetap menggeluti dunia itu sampai sekarang. Karya-karya Dorothea banyak mendapat penghargaan. Antara lain dari Dewan Kesenian Jakarta (2000), Pusat Bahasa RI (2003), Anugerah Seni dari Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI (2004), Kusala Sastra Khatulistiwa (2006 & 2015), Anugerah Kebudayaan dari Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X (2002), penghargaan S.E.A. (South East Asian) Writers Award dari Kerajaan Tailan (2025).
Di kancah internasional, kiprahnya bisa terlihat dari beberapa grant residensi award yang pernah diterimanya, seperti dari Australia: Asialink, La Trobe University, Monash University; Amerika Serikat: US Department of State, Bureau of Educational and Cultural Affairs; Jepang: Toyota Foundation; Jerman: Heinrich Böll Stiftung, DAAD/Deutscher Akademischer Austausch Dienst; Belanda: Stichting, Poets of All Nations /International Institut for Asian Studies, Universiteit Leiden; Swiss: The Kulturhaus Villa Sträuli. Selain itu, buku puisinya terbit di London, Kill the Radio (2007) dan di Jerman, Hochzeit derMesser/Nikah Pisau (2015). Ia juga pernah diundang mengisi acara festival sastra internasional di Australia, Jepang, Timur Tengah, Yunani, Afrika Selatan dan Eropa.

Gunawan BS
Gunawan Budi Susilo

Mulai menulis di media massa sejak 1995, kemudian bekerja di bidang perbukuan, wartawan, dan produser untuk program-program televisi, film dokumenter, maupun film fiksi.
Ia pernah mendapatkan beasiswa program dan workshop dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2007), Goethe Institute (2007), dan Deutsche Welle Akademie, Jerman (2008). Sejak 2008, ia telah menulis puluhan skenario film dokumenter televisi dan lebih dari 15 skenario film fiksi, antara lain serial televisi Catatan Seorang Jurnalis, Bumi & Manusia, dan Ayat-Ayat Santri (tvOne, 2010-2025), dan film layar lebar Wage (2017)—biopik pahlawan nasional W.R. Supratman.
Ia terlibat dalam produksi film dokumenter dan program televisi peraih penghargaan, antara lain: Institut Kesenian Jakarta (2007), Konfiden (2007), Sampoerna Adiwarta (2010), Mochtar Lubis Award (2011), Finalis Anugerah Adiwarta (2012), Komisi Penyiaran Indonesia Award (2013), Denpasar Film Festival (2016), Finalis AFI (2016), GIPI-Babel Award (2018), Finalis Komisi Penyiaran Indonesia Award (2018, 2019, 2020, 2021, dan 2022), Penghargaan Khusus Komisi Penyiaran Indonesia (2025), dan lain-lain.

Gus tf Sakai
Gus tf Sakai

Gus tf Sakai, menulis puisi dengan nama Gus tf, memulai proses kreatifnya dari menggambar, menulis puisi di buku harian, tetapi publikasi pertamanya berupa cerita pendek tahun 1979. Pada awal kepenulisannya ia gemar mengikuti sayembara menulis dan memenangi lebih 50 sayembara menulis (puisi, cerpen, novelet, novel, dan esai) di berbagai media cetak dan lembaga sastra.
Sampai sekarang telah menerbitkan 17 buku dan beberapa di antaranya memperoleh penghargaan seperti Penghargaan Sastra Lontar 2001, Penghargaan Sastra Pusat Bahasa 2002, dan SEA Write Award 2004 dari Kerajaan Thailand untuk kumpulan cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta; Fiksi Terbaik Pilihan Pembaca “Ruang Baca” Koran Tempo 2007 dan Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk kumpulan cerpen Perantau; dan Anugerah Hari Puisi kategori Puisi Pilihan 2015 untuk kumpulan puisi Susi.
Selain itu, ia juga menerima sejumlah penghargaan seperti Anugerah Sastra dari Fakultas Sastra Universitas Andalas (2002), Penghargaan Sih dari jurnal Puisi (2002), Anugerah Tuah Sakato dari Gubernur Sumatra Barat (2008), Penghargaan Sastrawan Berdedikasi dari harian Kompas (2010), dan sejumlah penghargaan lain.
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul The Barber and Other Short Stories dan diterbitkan oleh Yayasan Lontar (2002). Yayasan yang sama juga menerbitkan sekumpulan cerpen terpilihnya Night’s Disappearance (2015) sebagai salah satu seri buku Modern Library of Indonesia.

